Selasa, 07 Agustus 2012

Investasi emas dalam bentuk perhiasan

Emas Gonjang Ganjing???? Emas Turun bisa Profit. Emas Naik Profit Terus. Gimana caranya? Disini tempatnya. AGEA Commodity Trading.
Inilah bentuk paling dasar dari investasi emas. Membeli perhiasan merupakan  cara lama berinvestasi emas dan masih bertahan hingga hari ini. Perhiasan   memang   identik  dengan  wanita  dan  merupakan   industri  yang menyerap lebih dari 60% produksi emas dunia. Faktor yang mendorong meningkatnya  kebutuhan dan   investasi perhiasan emas berbeda antara satu negara dan negara lain. Seperti di India, lebih dari 50% perhiasan emas dibeli untuk  upacara  perhiasan.  Wanita  India  juga  menganggap  perhiasan  emas sebagai bentuk aktualisasi dari status sosial, sehingga lebih dari 75% wanita India konsisten mencari desain baru setiap tahunnya.   India memandang perhiasan emas sebagai kebutuhan dasar rumah tangga dan bukan bentuk investasi.  Pada  tahun  2009  India  menyerap  lebih  dari  440 tonnes  produksi emas dunia hanya untuk industri perhiasan.

Berbeda   dengan   bangsa   China   yang   memandang   perhiasan   emas sebagai bentuk investasi. Inilah yang menyebabkan  lebih dari 80% perhiasan China terbuat dari emas logam mulia - 24K. Wanita Cina terbiasa menabung dalam bentuk perhiasan emas, karena anggapan bahwa emas membawa kemakmuran  dan rejeki.  Perhiasan  emas juga  diyakini  lebih  likuid dibanding uang kertas.  Banyak  kegiatan  upacara  penting  seperti  kelahiran,  pernikahan dan kematian melibatkan perhiasan emas. Dengan meningkatnya standar hidup bangsa   Cina   semakin   banyak   wanita   yang   berinvestasi   dalam   bentuk perhiasan.

Pada tahun 2009 secara mengejutkan bangsa Amerika menunjukkan peningkatan  signifikan  dalam industri  perhiasan  emas.  Wanita  Amerika  juga mulai memandang perhiasan emas sebagai bentuk investasi untuk diturunkan pada generasi berikutnya seperti yang dilakukan nenek moyang mereka. Dua dari tiga wanita Amerika mencari dan membeli perhiasan rancangan desainer terkenal  dengan tidak mempedulikan  karat atau kualitas  emas. Bagi mereka perhiasan emas lebih bersifat aksesoris daripada bentuk investasi.

Ilustrasi diatas menunjukkan bahwa kebudayaan dan pola pandang masyarakat    mempengaruhi proses pembelian perhiasan emas.Tetapi bagaimanakah sebenarnya kelebihan maupun kekurangan dari investasi emas dalam bentuk perhiasan?
Pertama  keuntungan  investasi  perhiasan  emas  adalah  mudah disesuaikan  dengan  kondisi keuangan  pada saat Anda membeli.  Variasi perhiasan emas sangat banyak, mulai dari karat (18K, 22K, 24K bahkan dibeberapa  daerah  masih  terdapat  emas  dengan  kadar  15K)  hingga  berat (Anda dapat membeli  perhiasan  dengan berat dibawah 1 gr). Harganya  pun bervariasi, di beberapa tempat Anda dapat melakukan proses tawar-menawar. Modal  awal  yang  diperlukan  untuk membeli  perhiasan  emas  termasuk  kecil. Inilah daya tarik paling utama dalam investasi perhiasan emas.

Kedua mudahnya akses untuk memperoleh perhiasan emas. Di setiap kota sampai desa Anda akan mudah menemukan toko mas. Di kota besar, toko mas bahkan bisa Anda temukan di mall-mall. Perhiasan emas mudah diperdagangkan  dan  tidak  banyak  persyaratan  yang  diperlukan  jika  Anda hendak berdagang emas. Ketiga dapat berfungsi sebagai aksesoris. Alasan utama  wanita  membeli  perhiasan  emas  adalah  mempercantik  diri.  Masih banyak  wanita  memandang  perhiasan  emas sebagai  penunjuk status sosial. Tentu saja seiring tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik, perhiasan emas mulai dipandang sebagai bentuk investasi.

Walau demikian perhiasan emas tidak dapat dikatakan sebagai investasi. Ada cukup banyak kelemahan perhiasan emas jika dijadikan sebagai investasi baik  jangka  pendek  maupun  jangka  panjang.  Jika  Anda  berinvestasi,  tentu Anda ingin memperoleh  keuntungan  setelah jangka waktu tertentu. Anda harus mampu menaksir kondisi investasi Anda saat ini dan dimasa yang akan datang, karena dengannya Anda dapat mengambil keputusan apakah hendak berpindah atau bertahan dalam satu bentuk investasi tertentu. Lalu apa yang menyebabkan  perhiasan emas tidak tepat dikatakan sebagai bentuk investasi emas?

Pertama-tama  markup  yang  tinggi  saat  Anda  membeli  perhiasan emas. Saat Anda membeli perhiasan emas, Anda tidak hanya membayar kadar dan berat emasnya  semata. Tetapi biaya manufaktur  termasuk biaya tenaga kerja,   kemudian   biaya   perancang   (jika   perhiasan   Anda   dirancang   oleh perancang  terkenal)  juga  pajak  dan  ongkos  pengiriman  dari  pabrik  ke  toko penjual. Jika perhiasan emas itu menggunakan bahan-bahan tambahan seperti zircon (lazim digunakan sebagai hiasan) tentu ada biaya tambahan lagi. Belum lagi ada biaya operasional toko. Semua itu dibebankan pada pembeli. Sehingga mark up perhiasan emas bisa mencapai 100% atau lebih. Masalah timbul saat Anda hendak menjual kembali perhiasan emas. Toko emas hanya akan membeli atau membayar sesuai dengan berat dan kadar emas. Toko emas tidak peduli apakah  perhiasan  Anda dirancang  oleh perancang  internasional atau emasnya  berasal  dari tambang  Amerika.  Kehilangan  hampir  separuh dari   nilai   investasi   awal   bukanlah   pilihan   yang   bijak   bagi  investor manapun. Inilah alasan utama mengapa perhiasan emas tidak cocok dipakai sarana berinvestasi. Anda akan mudah kehilangan nilai investasi karena keputusan sepihak, yakni pihak pembeli (toko emas).

Alasan mengapa toko emas hanya akan membayar sesuai dengan berat dan kadar emas adalah karena biasanya perhiasan emas ini akan dilebur ulang dan  dibentuk  menjadi  perhiasan  baru.  Likuiditas  emas  hanya  berlaku  untuk bahan  baku,  bukan  pada  modelnya.  Sering  kali  perhiasan  emas  sulit  dijual ulang karena  modelnya  sudah ketinggalan  jaman.  Terkadang  beberapa  toko emas bersedia menerima kembali perhiasan yang mereka jual, namun dengan selisih yang cukup besar (bisa mencapai 20% dari harga jual). Memang pada akhirnya nilai dari perhiasan emas akan naik seiring dengan kenaikan  harga emas. Namun dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menutup kerugian dari selisih harga jual - beli yang sedemikian besar.

Alasan kedua mengapa perhiasan emas tidak cocok dijadikan sarana investasi  adalah  karena tidak adanya sertifikat  keaslian  yang menyertai perhiasan emas. Pada saat Anda membeli perhiasan emas, Anda tidak dapat memastikan  bahwa perhiasan yang dibeli memang  mengandung  kadar emas sesuai aturan. Anda harus mempercayai apa kata pedagang atau toko emas. Jika Anda membeli perhiasan emas 18 K seberat 5 gram, maka secara teoritis akan mengandung 3,75 gram emas murni (24 K). Anda tidak dapat memastikan apakah benar terkandung 3,75 gram emas murni. Anda juga tidak tahu logam apakah yang digunakan sebagai bahan campuran yang menjadikan perhiasan

tersebut bernilai 18K. Umumnya  ada dua logam yang biasa dipakai sebagai bahan   campuran   yakni,   perak   (Ag)   dan   tembaga   (Cu).   Secara   logika perhiasan  emas  dengan  campuran  perak  akan  mempunyai  harga  jual  lebih mahal. Tetapi tidak pernah ada cara mudah dan murah untuk melakukan pengecekan  apakah  perhiasan  emas  yang  kita  beli  memang  menggunakan perak sebagai bahan campurannya.

Inilah  kelemahan   investasi   perhiasan   emas,  tanpa  adanya   sertifikat keaslian sangatlah sulit menentukan  apakah emas yang kita beli mempunyai kadar sesuai ketentuan. Kita tidak benar-benar tahu kondisi investasi kita, karena tidak adanya kepastian nilai uang yang telah ditanamkan. Apakah investasi saya berkembang? Berapakah tingkat pengembalian modal saya? Pertanyaan ini sulit dijawab karena Anda sendiri tidak mengetahui berapa sebenarnya nilai investasi awal.

Emas memang bukan produk yang mempunyai resiko serupa dengan komoditas penyimpan kekayaan lainnya seperti tanah, ternak dan hasil panen. Emas merupakan logam yang tidak dapat berkarat pada suhu ruangan, tidak pudar oleh waktu, dan tidak akan mati seperti ternak. Harganya tidak ditentukan oleh  kebijakan  pemerintah  seperti  uang  yang  terancam  kehilangan  nilainnya setiap terjadi perubahan kebijakan ekonomi. Tetapi emas dalam bentuk perhiasan rentan mengalami kerusakan. Kalung mudah patah, kaitan anting sering patah dan cincin sering menjadi kusam akibat lecet parut. Hal-hal seperti ini   dapat   menurunkan   harga   jual   kembali   perhiasan   emas.   Selain   itu mengenakan perhiasan emas juga mempunyai resiko yang tidak kecil. Kecuali Anda  membeli  perhiasan  emas  hanya  untuk  disimpan  dan  tidak  digunakan, maka perhiasan emas bukanlah bentuk investasi emas yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar