Contoh :
Jam 6 sore posisi EUR/USD di harga “Bid/Ask = 1.3000/1.3002” :
Bid (Sell) Ask (Buy)
1.3000 1.3002
(Di saat tersebut kita order pasang posisi Bid (Sell) di angka 1.3000)
Jam 6 sore posisi EUR/USD di harga “Bid/Ask = 1.3000/1.3002” :
Bid (Sell) Ask (Buy)
1.3000 1.3002
(Di saat tersebut kita order pasang posisi Bid (Sell) di angka 1.3000)
Dan setelah itu di portfolio account kita akan langsung (minus) -2 point floating dikarenakan ada selisih spread ini (selisih antara harga buy dan harga sell nya)
Kemudian setelah itu di jam 7 sore posisi EUR/USD berubah menjadi :
Bid (Sell) Ask (Buy)
1.2986 1.2988
(Di saat ini kita close posisi kita yg dari 1.3000 di angka 1.2988 lihat angka Ask-nya)
Di contoh ini , kita akan mendapatkan profit sebesar 1.3000 – 1.2988 = 12 pips
Bila kita order dengan Bid (Sell), dan kemudian jika harga Ask-nya (Buy) bergerak turun lebih kecil daripada harga Bid kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit.
Bila kita order dengan Ask (Buy), dan kemudian jika harga Bid-nya (Sell) bergerak naik melebihi harga Ask kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit.
Tetapi jika sebaliknya maka akan Loss (atau Floating Loss)
* Floating yaitu apabila posisi harga kita belum diclose (diliquid untuk direalisasikan) dan masih dalam posisi mengambang bergerak di market
Bila kita order dengan Bid (Sell), dan kemudian jika harga Ask-nya (Buy) bergerak turun lebih kecil daripada harga Bid kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit.
Bila kita order dengan Ask (Buy), dan kemudian jika harga Bid-nya (Sell) bergerak naik melebihi harga Ask kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit.
Tetapi jika sebaliknya maka akan Loss (atau Floating Loss)
* Floating yaitu apabila posisi harga kita belum diclose (diliquid untuk direalisasikan) dan masih dalam posisi mengambang bergerak di market
Tidak ada komentar:
Posting Komentar