Menurut Buffet halhal besar dan trend trend yang besar yang berada di luar bisnis tidaklah penting, namun hal-hal kecil yang terkait dengan bisnislah yang berarti.
Ada pameo yang menyaakan, jika Bang Ben ( maksudnya Ben Bernanke gubernur The Fed ) “ batuk” maka bursa saham di dunia pada demam. Demikian juga yang terjadi sekarang dimana ramai diberitakan dan diulas bertubi-tubi mengenai perlambatan ekonomi dunia dan AS yang menghadapi resesi.
Menurut Bufet, pendekatan konvensional pada permainan saham, memang mengandalkan peristiwa-peristiwa makro . Hal-hal seperti tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan peristiwa –peristiwa politik tampak sangat penting bagi para investor.
Untuk berinvestasi seperti Buffet, Anda harus mengabaikan peristiwa-peristiwa makro dan focus pada perusahan yang sahamnya anda pilih. Disini , Mang Buffett justru menganjurkan kita untuk memakai kacamata kuda. Tidak mungkin setelah bersusah payah menganalisa sebuah perusahaan dan menunggu harga yang tepat untuk kemudian membeli sahamnya, lalu kita mengubah kebiakan
kita gara-gara terdengar bisikan atau taksiran mengenai perekonomian.
Memang kalau saya perhatikan, isyu-isyu mengenai peristiwa makro memang mempengaruhi harga saham secara jangka pendek, namun jika fundamental bisnis nya memang bagus, biasanya harga saham itu langsung bangkit dan terus naik. Ingat, peristiwa resesi Indonesia tahun 1997, 1998, Bom Bali, Bom Marriot , Indonesia turun peringkat untuk dunia investasi? Memang mempengaruhi saham ASII, TLKM dll untuk jangka pendek, namun coba lihat sekarang… harga sahamnya masih terbang ke langit biru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar